(Indonesia) Canangkan November Bulan Mutu Peningkatan Kinerja

Sorry, this entry is only available in Indonesia Click here to continue For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Meningkatkan kesadaran mutu atau kualitas di segala bidang untuk mendorong produktifitas kerja, PT Semen Gresik mencanangkan bulan November sebagai bulan mutu. Kick off pencanangan bulan mutu dilakukan Direktur Produksi Semen Gresik, Joko Sulistyanto, di Auditorium Kantor Pusat Semen Gresik (KPSG), Rabu (1/11).

Ketua panitia bulan mutu, Mafula, mengatakan pencanangan bulan mutu ini merujuk pada bulan produktifitas dan mutu nasional yang dicanangkan presiden RI pada November 1991. Hal tersebut menindaklanjuti hasil konvensi nasional standarisasi dan penerapan pengendalian oleh dewan standarisasi nasional (DSN) dan kementerian tenaga kerja.

“Dasar kegiatan ini adalah pencanangan bulan November sebagai bulan produktifitas dan mutu nasional oleh presiden RI pada November 1991,” ungkapnya.

Bulan mutu ini menurutnya akan diisi dengan sejumlah kegiatan. Dimulai dengan seminar mutu dan produktivitas bertema “Quality is a key of productivity, adopting industry 4.0 will accelerate performance exponentially” menghadirkan Budi Santoso dari Balai Besar Bahan dan Barang Teknik Bandung.

Selain itu juga ada pelatihan ISO 9001, pelatihan SMK3, sosialisasi mutu dan penyusunan SOP (standar operasional prosedur). “Setelah itu dilanjutkan dengan sharing knowledge tentang standar operasional prosedur. Agar unit kerja mereviewdan mengupdate SOP masing-masing. Ada juga sosialisasi inovasi, seminar KPKU dengan tema ‘manajemen kinerja excellent berbasis KPKU’. Workshop manajemen resiko, seminar pengembangan sumberdaya manusia, kompetisi penulisan esay tentang mutu hingga penganugerahan SG inovasi award,” bebernya.

Direktur Produksi Semen Gresik, Joko Sulistyanto, berharap pencanangan bulan mutu dapat menjadi momentum untuk bersama-sama, bahu-membahu bergerak mencapai kinerja dengan exponentially. “Performance exponentially ini sesuatu yang tidak bisa dicapai dengan cara yang biasa-biasa saja. Karena itu kita harus bahu-membahu untuk mencapainya,” ajaknya.

Bulan mutu diharapkannya dapat menjadi tonggak untuk membudayakan pengelolaan produk dengan mengandalkan sistem. “Disinilah sistem mutu diperlukan. Sistem yang terbentuk dengan baik akan menghasilkan produk yang baik pula,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut Joko mengajak untuk memaknai mutu secara luas, tidak hanya sekedar kualitas. “Mari kita maknai mutu secara luas, yaitu quality, cost, delivery, safety dan moral (QCDSM). Kalau 5 hal ini kita terapkan semua dalam pengelolaan produk maka exponentially secara tidak langsung dapat kita peroleh,” pungkasnya. (bwo/van/eds)