CollaborAction, Aksi Kolaborasi Lintas Generasi

Guna mencairkan komunikasi lintas generasi, Biro Knowledge Management menggelar millennial meet up bertajuk ‘CollaborACTion’. Event yang merupakan bagian dari program human capital care ini digelar di Learning Center, Lantai 4 Gedung Utama Semen Indonesia, Jumat (13/10). Kegiatan yang mempertemukan kalangan karyawan dari lintas generasi ini dibuka oleh Direktur Enjiniring dan Proyek Semen Indonesia, Tri Abdisatrijo. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur SDM dan Hukum, Agung Yunanto, serta Komisaris Independen Semen Indonesia, Nasaruddin Umar. Tri Abdisatrijo dalam sambutannya mengatakan, event yang mempertemukan karyawan dari lintas generasi tersebut diharapkan dapat menghapus rasa ewuh pakewuh yang seringkali muncul dalam komunikasi beda generasi. “Collaboraction ini terdiri dari dua suku kata, yaitu kolabosasi dan aksi. Artinya aksi kolaborasi lintas generasi antar milenial. Semoga dapat melahirkan aksi kolaborasi lintas generasi yang menghasilkan karya untuk kemajuan perusahaan. Narasumbernya juga mewakili masingmasing generasi,” katanya. Dialog yang berlangsung cair tersebut memang menghadirkan tiga narasumber beda generasi. Ketiganya adalah Imron Gozali (Duta BUMN Semen Indonesia 2015), Tri Gati Mareta (Peserta tugas belajar luar negeri 2016) serta Gaguk Yudiarinto (Asesor KPKU BUMN sejak 2012). Ketiga narasumber tersebut berbagi pengalaman atas prestasi masing-masing. Mantan direktur komersial Semen Tonasa ini berharap dari event yang dikemas dengan suasana rileks tersebut dapat melahirkan ide-ide inovatif. Selain itu, Tri berharap agar kegiatan ini dapat berkelanjutan dengan melibatkan semua milenials yang ada di SMI Group. Senada dengan Tri, Direktur SDM dan Hukum SMI Agung Yunanto menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digelar untuk memperlancar komunikasi antargenerasi. “Prinsipnya dalam human capital itu tidak ada pembedaan generasi. Acara ini adalah bagian dari implementasi human capital care, kami membuka hati seluas-luasnya untuk menerima masukan dengan terbuka,” jelasnya. Dari kegiatan tersebut, Agung mengaku mendapat banyak masukan untuk pengelolaan human capital. Masukan tersebut diharapkannya dapat membuat pengelolaan human capital menjadi semakin baik. Tata kelola manajemen yang baik sangat penting dalam mendorong peningkatan daya saing perusahaan di tengah persaingan industri semen yang kian ketat. “Kompetisi sudah sedemikian hebat. Lima belas pemain sudah masuk dalam industri semen domestik. Untuk itu perlu perjuangan bersama di antara semua unsur, semua generasi, supaya Semen Indonesia tetap menjadi yang terkemuka,” pintanya. Dia berharap dalam pertemuan selanjutnya dapat membahas masalah peningkatan daya saing perusahaan. Tema tersebut penting untuk diangkat di saat pesaing mulai memainkan berbagai strategi pasar, termasuk bermain harga. “Kita jangan sampai kalah dengan pesaing asing. Tunjukkan bahwa Semen Indonesia adalah the best,” tegasnya. (bwo/fir/znl)