Driving Range untuk Pijakan Bisnis Baru

Peresmian driving range yang dirintis sejak dua tahun lalu itu berlangsung Kamis (6/7) siang, dihadiri jajaran komisaris dan direksi SMI. Pemukulan bola asap oleh Komut SMI Sutiyoso, Komisaris Hambra, Komisaris Djamari Chaniago, Komisaris Wahyu Hidayat, serta Pgs Dirut SMI Darmawan Junaidi menandai beroperasinya driving range tersebut. Dalam sambutannya Darmawan Junaidi mengatakan, pembangunan driving range merupakan awal yang bagus untuk kemajuan bisnis ke depan. Sebab, perusahaan punya aset lahan yang sangat luas di Gresik dan sekitarnya. “Menurut saya, secara korporasi ini harus ditingkatkan. Jangan stop di sini. Mungkin KIG (Kawasan Industri Gresik) dan Swadaya Graha) nanti bisa berpartisipasi, sehingga kita bisa mengembangkan bisnis properti,” katanya. Menurut Darmawan, di mana-mana bisnis properti selalu diawali dengan pembukaan lapangan golf. Setelah itu baru dibangun fasilitas lainnya, misalnya perumahan atau kavling tanah, dan kemudian dipasarkan. “Semoga langkah berikutnya kita memiliki perusahaan properti yang besar. Jadi jangan dilihat ini hanya untuk olaraga atau hura-hura saja, tapi ini adalah milestone yang penting bagi pengembangan perusahaan ke depan,” tandasnya dalam acara yang juga dihadiri mantan Dirut SMI Dwi Soetjipto itu. Senada dengan Darmawan, Komut SMI Sutiyoso menyarankan agar driving range baru ini dikembangkan lagi sehingga lebih representatif dan bisa disewakan untuk pihak luar. Bisa dengan menambah fasilitas kafe, toilet, dan lainnya. “Awalnya begini ini sudah oke, tinggal di-up grade biar lebih bagus lagi. Apalagi pemandangan sekitarnya keren sekali. Saya yakin kalau dibenahi para penggemar golf akan lebih senang ke sini,” tuturnya. Ketua PGSD Agung Wiharto menjelaskan, driving range milik perusahaan tersebut dibangun menggunakan barang-barang anfal, baik dari pabrik maupun pelabuhan. “Termasuk betonnya yang memanfaatkan hasil tes teman-teman, yaitu beton cepat kering. Semua kita manfaatkan sehingga biaya yang kita keluarkan sangat minim, cuma untuk tenaga kerja,” terang Agung. Fasilitas latihan golf tersebut dibangun atas inisiatif Dwi Soetjipto, dilanjutkan pada masa Suparni, sementara Dirut SMI Rizkan Chandra ikut mendorong agar pembangunannya lekas dirampungkan. “Kita akan manfaatkan fasilitas ini semaksimal mungkin agar karyawan makin akrab, sesuai dengan moto PGSD yaitu fun, sport, friendship and networking. Jadi yang kita kejar bukan hanya sehat, namun bagaimana supaya memberi nilai tambah bagi perusahaan,” sambung Agung seraya mengisyaratkan rencana perubahan nama PGSD menjadi PGSI (Persatuan Golf Semen Indonesia). (lin/znl/fir)