Enam Tim Inovasi SMI Bertarung ke Filipina

Budaya inovasi tak pernah surut digelorakan manajemen PT Semen Indonesia (Persero)Tbk. Terbaru, perusahaan semen berlogo gapura ini melepas 6 tim yang akan berlaga di kompetisi inovasi internasional bertajuk ‘Asia Pacific Quality Converence (APQC)’ dan ‘International Confention on Quality Control Circles (ICQCC)’ di Manila, Filipina, 22-27 Oktober 2017. Delegasi inovasi SMI adalah GKM-The Sulfur Trap dengan judul inovasi ‘Mengurangi frekuensi dan durasi gangguan low suction pressure pada gas analyzer 441AN2 Pabrik Tuban 1 sebesar 100 persen selama 5 bulan’, TMM Seven Up (Peningkatan kapasitas 547RM01 dari 178 TPH ke 220 TPH sebagai upaya pemenuhan kapasitas produksi semen pabrik Tuban 4), dan Eco Zak (Implementasi kantong semen 75 gsm-2 ply sebagai wujud efisiensi & solusi kelangkaan pasokan kraft). Selanjutnya, 5R Merapi Plus (Meningkatkan produktivitas kerja dan kebersihan lingkungan kerja melalui penerapan budaya 5R di Seksi Packer dan Pelabuhan), serta Bullwhip Effect (Semen Indonesia Managed Inventory System [SI MANIS]). Kelima tim ini akan mewakili SMI dalam Asia Pacific Quality Converence yang berlangsung pada 22-25 Oktober 2017. Sementara 1 tim lainnya adalah SSFlash On (Mengurangi frekuensi gangguan dan durasi downtime pada burner system 492VT5 Pabrik Tuban 2) yang akan bertarung di ajang International Confention on Quality Control Circles pada 23-27 Oktober 2017. Kepala Biro Manajemen Inovasi SMI Tony Gunawan menyebut kompetisi inovasi tersebut juga diikuti oleh perwakilan dari Semen Padang dan Semen Tonasa. “Semen Padang ikut dalam APQC, sementara tim dari Semen Tonasa ikut dalam ICQCC),” jelasnya di sela keberangkatan tim SMI dari Gresik, Senin (16/10). Selain Indonesia, peserta kompetisi ini berasal dari negara-negara di Asia seperti Jepang, Malaysia dan Vietnam. Dia berharap delegasi SMI dapat memberikan yang terbaik bagi perusahaan. Terlebih keberangkatan delegasi ini juga membawa nama negara. Direktur SDM dan Hukum SMI Agung Yunanto menegaskan bahwa inovasi merupakan program yang sangat strategis bagi perusahaan di tengah persaingan yang semakin ketat. Hal tersebut memiliki relevansi kuat dengan kondisi industri saat ini. ”Bahwa saat ini eranya adalah era yang luar biasa dari tingkat persaingan. Saya selalu ingatkan, mungkin 5 tahun lalu pemain semen hanya 5 perusahaan. Tapi sekarang sudah ada 15 perusahaan, tingkat persaingan sudah sedemikian hebat. Dan pesaingnya bukan hanya sesama pemain lokal namun sudah masuk juga pemain internasional dengan kekuatan resources yang luar biasa. Tentu mau tidak mau kita harus merespons situasi ini,” papar Agung dalam sambutan pelepasan tim SMI. Untuk itu, inovasi menjadi kunci utama bagi perusahaan dalam memenangi persaingan. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh ahli manajemen, lanjut Agung, inovasi menjadi kunci peningkatan daya saing perusahaan yang bisa mempengaruhi keberhasilan dalam jangka panjang. “Terutama dalam era sekarang yang terjadi era disruption dengan teknologi. Atau sering disebut era industri 4.0, di mana terjadi revolusi industri yg dipicu oleh perkembangan teknologi digital dan internet. Maka kunci keberhasilan usaha salah satunya adalah inovasi yang dilaksanakan secara berkesinambungan. Tujuannya agar daya saing usaha tetap terjaga secara berkesinambungan,” jelasnya. Faktor digitalisasi, menurut Agung, menjadi sesuatu yang luar biasa, sehingga inovasi ke depan menjadi salah satu solusi bagi perusahaan. “Inovasi harus benar-benar jalan dan diterapkan,” tandasnya. Agung berharap, ke depan inovasi tidak hanya dijalankan dalam bidang proses development dan produk development. Namun juga didorong untuk dijalankan di bidang business model dan sistem manajemen. Inovasi dalam di dua bidang tersebut memiliki impact paling besar dalam meningkatkan kinerja perusahaan. “Karena itu saya meminta agar inovasi ini dapat dilakukan tidak hanya di bidang proses dan produk namun juga di bidang business model dan sistem manajemen. Dan ‘SI Manis’ ini adalah bagian dari business model untuk menangani distribusi. Jadi ini keren banget dan hebat, tapi ini akan menjadi lebih hebat kalau kemudian sudah diterapkan dan disebarluaskan di semua area distribusi,” tandasnya. Untuk menjaga kesinambungan program inovasi harus dilakukan training secara berkala. Kemudian langkah yang kedua adalah harus ada CIL (commitment, improvement, leadership). “Jadi program ini tidak akan berjalan maksimal tanpa ada perhatian dari pimpinan. Kemudian sebisa mungkin tema-tema inovasi terintegrasi dengan RKAP atau business plan perusahaan. Artinya aktivitas inovasi ini akan menunjang strategi perusahaan,” ungkapnya. Agung meminta agar hasil inovasi dapat dikelola oleh Knowledge Management agar bisa di-share kepada unit lain sehingga dapat memberikan nilai tambah yang optimal bagi perusahaan. Kemudian yang terakhir, sebut Agung, program inovasi ini perlu dijadikan sebagai KPI bagi setiap leader. Dalam pelepasan delegasi tersebut, Agung juga menyempatkan untuk mendengarkan presentasi dari beberapa tim serta memberikan masukan dan saran. Hal tersebut menjadi bentuk perhatian direksi akan pentingnya inovasi dalam membangun daya saing perusahaan. Disisi lain, Agung meminta kepada delegasi SMI agar dapat memanfaatkan kesempatan dalam kompetisi ini untuk membangun networking internasional dan mencari pembelajaran untuk perbaikan perusahaan. “Spiritnya adalah continuous improvement. Mari senantiasa berkontribusi dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Mudah-mudahan dapat kembali dengan gelar juara. Buktikan bahwa we are the CHAMPS,” pungkasnya. (bwo/znl)