Kerja Bersama Tingkatkan Kinerja – Peringatan Hari Sumpah Pemuda

“Pemuda Indonesia Berani Bersatu” menjadi tema besar dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini di lingkungan Semen Gresik. Hal tersebut tercermin dalam sambutan Direktur Utama Semen Gresik, Gatot Kustyadji, saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 di halaman Kantor Pusat Semen Gresik (KPSG), Senin (30/10). Dalam upacara yang juga dihadiri oleh jajaran direksi Semen Gresik dan puluhan karyawan tersebut, Gatot Kustyadji sedikit mengulas sejarah lahirnya sumpah pemuda yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928. Ikrar para pemuda dari berbagai penjuru nusantara yang tergabung dalam kongres pemuda tersebut menjadi pondasi penting dalam lahirnya kemerdekaan Indonesia 17 tahun kemudian. Dengan keterbatasan fasilitas komunikasi, infrastruktur dan transportasi di era tersebut, pemuda dari lintas suku, agama dan daerah berkumpul dan berdiskusi dalam kongres pemuda. “Sulit dibayangkan berbeda suku, agama, daerah, dengan keterbatasan komunikasi dan transportasi para pendahulu kita dapat bertemu dan berkumpul. Tidak hanya berkumpul namun juga berdiskusi, bertukar pikiran, mematangkan gagasan hingga akhirnya bersepakat mengikatkan diri dalam komitmen satu, Indonesia,” tuturnya. Perbedaan agama, adat istiadat, daerah yang terpaut jarak ribuan kilometer tak menjadi halangan untuk bersatu demi cita-cita Indonesia. Hal tersebut menurut Gatot patut untuk diteladani oleh seluruh elemen Semen Gresik. Terlebih, saat ini sarana komunikasi dan transportasi telah berkembang pesat. “Kemudahan teknologi seharusnya lebih memudahkan bagi kita untuk berkumpul, bersilaturahmi dan berinteraksi sosial. Tidak ada ruang untuk salah paham karena semua dapat segera kita konfirmasi dalam hitungan menit,” sambungnya. Dikatakannya, peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut harus menjadi momentum untuk membangkitkan semangat, bergandeng tangan, bersatu padu untuk memperkuat sinergi dalam Semen Indonesia Group. “Di internal Semen Gresik sendiri kita harus saling mendukung, kompak, bekerjasama dan bersatu padu untuk mewujudkan Semen Gresik yang senantiasa berjaya dan kokoh tak tertandingi,” pintanya. Di tengah ketatnya persaingan saat ini, karakteristik pemuda yang kreatif, inovatif dan tidak nyaman dengan kemapanan sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk memenangi persaingan. “Kita harus mampu beradaptasi untuk dapat bersaing. Inovasi dan improvement secara berjenjang dan berkesinambungan harus terus dilakukan,” pesannya. Pemegang gelar doktor bidang SDM dari Universitas Brawijaya ini lantas mengungkapkan apresiasinya atas keberhasilan perwakilan pemuda Semen Gresik yang berhasil menyabet predikat 3 star dalam ajang Asia Pacific Quality Converence (APQC) di Philipina beberapa waktu lalu. Predikat 3 star merupakan predikat tertinggi dalam ajang tersebut. Ketiga tim tersebut adalah TMM Seven Up (Teguh Irianto, M Ircham, Narendra Permana, Yanuari Kurniawan, Imron Ghozali), Eco Zak (Rahardi Mahardika, M Syafi’i, Baihaqi, Fathul Hasan) serta GKM The Sulfur Trap (Hendrik Pramana, Aris Dwi, Suparman, Joni Eko, Sirul Atho’) Di sisi lain, Gatot mengingatkan agar semua karyawan dapat membuka diri untuk menerima informasi, perkembangan dan perubahan disekitarnya. “Terutama rekan-rekan di pemasaran. Kita ketahui kondisi oversupply menuntut kreatifitas untuk senantiasa siap hadapi persaingan. Yang di depan adalah pemasaran untuk bertarung langsung dengan faktor eksternal, namun disisi lain kawan-kawan produksi diharapkan untuk terus menggalakkan cost transformation. Target kita adalah bagaimana agar cost production kita lebih baik dari pesaing,” tandasnya. Dalam kesempatan tersebut, Gatot juga mengungkapkan rencana pencanangan bulan mutu yang dimulai hari ini, Rabu (1/11). Pencanangan bulan mutu tersebut menurutnya berorientasi pada produktifitas. “Mutu yang kita canangan ini dalam konteks luas, yaitu QCDSM. Quality, cost. Delivery, safety dan moral. Semua unit agar mengisi bulan mutu untuk mengkampanyekan produktifitas, sesuai jargon SMI, Untuk kualitas, Untuk Bumi, Untuk Indonesia,” pungkasnya. (bwo)