Merek Legenda

Belum lama ini Semen Gresik dinobatkan sebagai salah satu perusahaan Indonesia yang melegenda; Indonesia Living Legend Brands 2017. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan dengan merek asli Indonesia yang berusia minimal 50 tahun, mencetak laba, bisnis terus bertumbuh, prospektif, cakupan pasar luas, terus melakukan ekspansi, menjadi trend setter, punya dampak pada pengembangan industrinya, dan terus berinovasi. Sebuah capaian membanggakan, sekaligus membius kalau kita tidak waspada. Dalam kacamata lain, harus diakui, prestasi itu sesungguhnya ‘biasa saja’ bagi merek sekaliber Semen Gresik. Perusahaan dengan slogan ‘Kokoh Tak Tertandingi’ ini telah ada sejak 60 tahun lalu. Sejak itu pula masyarakat Jatim terbiasa mengkonsumsi Semen Gresik, entah dalam skala besar maupun hanya untukmemperbaiki kamar mandi. Semen Gresik praktis menjadi makanan sehari-hari, kualitasnya diakui, dan tentu saja karena mudah didapat. Maklum, di masa itu nyaris tidak ada kompetitor. Semen Gresik tidak perlu melakukan promosi besar-besaran, berikut janji layanan pelanggan yang menggiurkan, untuk meningkatkan penjualan. Efek getok tular dari tukang ke tukang, tentang betapa kuatnya Semen Gresik, sudah luar biasa. Zaman itu orang membangun rumah tidak akan puas kalau tidak memakai Semen Gresik. Maka, kesetiaan mereka terhadap Semen Gresik tidak bisadiungkit- ungkit lagi. Sampai sekarang pun kesetiaan itu masih ada. Tapi pertanyaanya; sampaikapan? Zaman sudah berganti, peradaban semakin maju, ekonomi berkembang dan generasi baru terus bermunculan. Lebih penting lagi; jumlah pemain semen di Indonesia sudah mencapai belasan. Akan sangatberbahaya kalau kita tenggelam dalam romantisme masa lalu. Banyaknya pesaing itu harus membuat kita ‘terancam’ sehingga tidak diam di tempat. Apalagi sejumlah kompetitor disokong modal yang luar biasa kuat, atau berlatar belakang konglomerasi kelas dunia. Mereka, tentu saja, tidak pernah diam. Terus berpikir untuk merebut pasar Semen Gresik dengan berbagai cara. Iklan-iklan semen baru itu terus bermunculan di koran-koran, televisi hingga radio-radio kecil. Berulang-ulang pesanmereka diterima oleh masyarakat secara langsung. Menurut Joseph Goebbelz, Menteri Propaganda Nazi, bukankah kebohongan yang disiarkan berulang kali bisa berubah (diyakini) jadi kebenaran? Sebagai penguasa pasar, Semen Gresik memangharus terus bergerak. Bahkan lebih cepat ketimbang yang lain. Paling tidak ada lima hal yang perlu diperhatikan agar merek Semen Gresik tetap jadi pilihan pertama. Pertama, lakukan pengecekan perubahan perilaku konsumen dari waktu ke waktu. Kedua, mengelola merek sesuai dengan yang diharapkan khalayak sasaran masa kini, bukan masa lalu. Ketiga, lakukan pembaruan produk sehingga merek selalu relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup khalayak sasaran. Keempat, jangan mudah terdorong dan diatur persaingan. Terlebih bagi pemimpin pasar, hendaknya justru dialah yang mendikte persaingan. Dan terakhir, merek yang kuat harus terus dikelola dari waktu ke waktu dengan kesadaran orangtua bagi anak-anaknya. Praktisnya, kita harus mendorong pewarisan merek Semen Gresik kepada generasi berikut dengan cara-cara yang lebih rasional, namun tidak meninggalkan sentuhan emosional. Bagi rakyat Indonesia, Semen Gresik adalah legenda. Silakan kompetitor baru masuk, tak masalah walau mereka menggunakan segudang strategi untuk merebut pasar. Tapi jangan sampai mereka mengubah posisi dari pengekor menjadi pelopor.