Pengendalian Harga Semen di Papua Butuh Tambahan Satu Kapal Tol Laut

Direktur Marketing dan Supply Chain PT Semen Indonesia Ahyanizzaman mengatakan guna memaksimalkan upaya penurunan harga semen di Papua, dinilai fasilitas tol laut yang sudah ada sekarang masih perlu penambahan agar lebih maksimal dampaknya.

“Kebetulan kami dapat tugas menciptakan satu harga, antara di Papua dan Jawa bisa ditekan disparitasnya tidak terlalu tinggi. Lalu, pertanyaannya tol laut Semen Indonesia ini jalan tidak? Jalan, tapi perlu disempurnakan,” ujarnya di sela FGD dengan tema Optimalisasi Tol Laut untuk Stabilisasi Harga Barang Strategis di Gedung Wisma Bisnis Indonesia, Rabu (31/5/2017).

Dia mengatakan harga semen di Indonesia, selain di Papua, relatif sama, disparitas tidak terlalu besar, sekitar Rp55.000 – Rp59.000, dengan konsumsi terbesar di Pulau Jawa yang mencapai sekitar 50%-70% dari seluruh konsumsi di Indonesia.

“Kalau di Papua, wilayah pesisir harganya diatas Rp90.000 dan terkadang ada yang Rp100.000. Lalu kalau ke arah Wamena bisa Rp500.000. dan semakin ke arah pegunungan semakin tinggi lagi harganya, bisa Rp2,3 juta – Rp2,5 juta per sak,” ujarnya.

Menurutnya tingginya harga tersebut lantaran biaya transportasi ke pegunungan juga tinggi. “Angkutnya pakai pesawat udara. Posisi paling mahal di puncak,” ujarnya.

Menurutnya besarnya ongkos transportasi memegang porsi sekitar 15% khusus di Jawa, sementara di Papua bisa sekitar 41%. “Dengan tol laut saat ini, bisa menurunkan ongkos transportasi saja sekitar Rp2000-Rp400O per sak,” ujarnya.

Dia menerangkan tol laut yang sudah jalan selama ini baru dengan satu kapal, dengan lama waktu tempuh 28 hari. “Masih kurang, minimal perlu ditambah satu kapal lagi. Karena banyak daerah di Papua belum tercover secara merata, seperti di Jayapura,” ujarnya.

http://industri.bisnis.com