Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

Masa pensiun bukanlah akhir pengabdian. Tetapi merupakan anugerah yang harus disyukuri karena telah melewati masa pengabdian puluhan tahun untuk perusahaan, negara dan bangsa. Hal itu disampaikan Plt Dirut Semen Indonesia Darmawan Junaidi dihadapan ribuan anggota Paguyuban Wredatama Semen Gresik (PWSG) pada halal bi halal di Wisma A Yani Gresik, Kamis (3/8).

“Kami sampaikan terima kasih dan rasa hormat kepada bapak ibu sekalian. Yang memberi pondasi dan turut berperan hingga perusahaan bisa berkembang seperti sekarang ini,” tukas Darmawan Junaidi. Dikatakannya, saat ini persaingan industri persemenan di Indonesia terpantau makin ketat. Saat ini memasuki fase persaingan yang sangat kompetitif dan mengalami perubahan yang fundamental. Setelah pada tahun sebelumnya kebutuhan semen lebih besar dibandingkan pasokan atau kapasitas produksinya, maka sejak tahun 2015 lalu, pasokan semen sudah melebihi konsumsinya.

“Pada zaman bapak ibu masih aktif, pasarnya kita kuasai dengan pemain yang tidak banyak. Saat ini dapat kita laporkan perusahaan semen di Indonesia secara terintegrasi sudah berjumlah 16 perusahaan. Ini yang membuat persaingan makin sengit dan kompetitif,” ungkap Dharmawan dihadapan ribuan Wredatama.

Walau persaingan pasar begitu ketat, Darmawan menjelaskan bahwa Semen Indonesia tetap menguasai pangsa pasar di Pulau Jawa dengan prosentase kurang lebih 37 persen. Selanjutnya Semen Indonesia akan membuat Pabrik terintegrasi di Jawa Barat agar lebih efektif dalam memperluas pangsa pasar di seluruh Indonesia.

“Ketatnya persaingan membuat tantangan besar mempertahakan kinerja baik dari Semen Indonesia, tetapi kita sudah siapkan strategi-strateginya untuk menjaga keunggulan kita,” tandas Dharmawan.

Sejumlah rencana strategis telah dirancang manajemen untuk memenangi persaingan tersebut. Semen Indonesia memproyeksikan tahun 2021 nanti 75 persen pendapatan berasal dari domestik, 15 persen dari regional, dan 10 persen dari bisnis turunan. Competitive advantage menjadi grand strategy pertama yang dirancang perusahaan. Strategi ini akan menjadikan Semen Indonesia sebagai produsen semen berbiaya murah melalui optimasi logistik (supply chain) dan efisiensi energi. Arah bisnis perusahaan pun nantinya tidak hanya lagi berfokus menjadi produsen semen melainkan segera bergerak menjadi Building Material Company.

Dalam kesempatan ini, Dharmawan juga memohon doa restu kepada para Wredatama untuk pengoperasian Pabrik Semen Gresik di Rembang yang sudah berproduksi secara komersial per tanggal 1 Juli yang lalu. Selain di Rembang , Semen Indonesia juga sedang membangun pabrik di Aceh dan Kupang.

Sebagi perusahaan yang mengedepankan Sinergi, Militansi, dan Intergitas, Dharmawan menegaskan bahwa Industri semen khususnya Semen Indonesia tidak pernah merusak lingkungan. Dengan tagline “untuk kualitas, untuk bumi, untuk Indonesia” diharapkan Semen Indonesia mampu menjadi brand terbaik.

Acara kemarin juga dihadiri mantan Direktur Litbang PT Semen Gresik (Persero), Chenot Santoso. Anggota tertua PWSG yang saat ini telah berusia 91 tahun terlihat penuh semangat mengikuti acara hingga selesai. (anindya erina widianty)