Peresmian AKSI Rembang dan Aceh – Kualitas Pendidikan AKSI di Atas Rata-Rata

Peringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke 58, Semen Indonesia resmikan pendirian perguruan tinggi berbasis vokasi setara diploma 2, Akademi Komunitas Semen Indonesia (AKSI) Rembang dan Aceh, Kamis (4/5). Peresmian digelar di halaman kampus AKSI, Jl Pemuda KM 3 Kabupaten Rembang dengan dihadiri Dirjen Kelembagaan IPTEK DIKTI Patdono Suwignjo. Tampak pula dalam peresmian tersebut Komisaris Utama Semen Indonesia Letjen TNI (Purn) Sutiyoso, Direktur SDM dan Hukum SMI Agung Yunanto, Direktur Enjiniring dan Proyek Aunur Rosyidi, Komisaris Utama Semen Gresik Suparni, Direktur Utama Semen Gresik Sunardi Prionomurti serta Bupati Rembang Abdul Hafidz. Peluncuran Akademi Komunitas Semen Indonesia di Rembang dan Aceh ini sejalan dengan tema hardiknas tahun 2017, ‘Percepat pendidikan yang merata dan berkualitas’. Hal ini sekaligus menjadi wujud komitmen Semen Indonesia dalam peningkatan kualitas sumberdaya manusia di lingkungan sekitar pabrik. Dalam laporannya, Ketua Semen Indonesia Foundation (SMIF) Soesetyoko Soewandi menyebut AKSI sebagai bagian dari program SI Peduli. Di Rembang AKSI dibuka dengan 3 program studi (Prodi), yaitu Prodi Teknik Operasi Mesin dan Peralatan Industri, Prodi Teknik Perawatan Mesin dan Peralatan Industri serta Prodi Otomasi Perkantoran. Sementara di Aceh AKSI hanya membuka 2 program studi yaitu Prodi Teknik Operasi Mesin dan Peralatan Industri serta Prodi Otomasi Perkantoran. “Masingmasing program studi ditarget menerima 30 mahasiswa. Tenaga pengajar kita rekrut dari putra putri Rembang yang memenuhi kualifikasi. Hal ini untuk menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan,”ungkapnya. Direktur SDM dan Hukum Semen Indonesia Agung Yunanto berharap keberadaan AKSI dapat melahirkan tenaga kerja yang terampil, disiplin, kreatif dan berkarakter agar mampu bersaing di dunia kerja. Hal ini disebutnya sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk turut mendukung peningkatan kualitas SDM masyarakat Rembang dan Aceh. “Ini sesuai dengan pilar program CSR perusahaan yaitu Semen Indonesia (SI) Peduli. Di Gresik AKSI telah berdiri sejak tahun 2013 dan cukup mendapat respon positif dari dunia industri. Ini karena AKSI memiliki keunggulan fasilitas laboratorium berupa pabrik dan peralatan penunjangnya. Sehingga mahasiswa dapat belajar langsung di pabrik semen dan anak perusahaan,”bebernya. Langkah perseroan mendirikan Akademi Komunitas di Rembang dan Aceh tersebut mendapat apresiasi dari Kementerian Ristek dan Dikti. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Kelembagaan IPTEK dan DIKTI Patdono Suwignjo disela peresmian AKSI Rembang. Dikatakannya, saat ini setiap tahun terdapat lulusan SMA/SMK hingga 2 juta siswa. Dari jumlah tersebut hanya 300 ribu siswa yang dapat diterima di perguruan tinggi negeri, selebihnya melanjutkan di perguruan tinggi swasta termasuk yang didirikan oleh perusahaan yang diantaranya adalah Semen Indonesia. “Kontribusi negara dalam pendidikan tinggi (PTN) itu hanya 31 persen, mayoritas adalah kontribusi dari swasta (69 persen) termasuk yang diselenggarakan oleh perusahaan-perusahaan seperti Semen Indonesia,” tuturnya. Akademi Komunitas adalah wajah baru dalam dunia pendidikan tanah air. Perguruan tinggi setara diploma 2 berbasis pendidikan vokasi ini lahir sejak tahun 2013 seiring terbitnya Undang- Undang Pendidikan Tinggi no 12 tahun 2012 yang bertujuan untuk mengurangi pengangguran di daerah dan membangun potensi yang terdapat di daerah. “Basis pendidikan vokasi menjadikan pola pengajaran di Akademi Komunitas lebih mengedepankan praktik (70 persen) daripada teori (30 persen),”jelasnya. Karena itu, lanjutnya, agar dapat tetap eksis akademi komunitas harus bekerjasama dengan industri. Ini karena tenaga pengajar akademi komunitas diharuskan 50 persen dari kalangan industri dan memiliki tempat magang. Semua persyaratan tersebut telah dimiliki AKSI. “Semen Indonesia merupakan perusahaan BUMN yang memiliki kepedulian tinggi terhadap dunia pendidikan. Hampir bisa dipastikan disemua wilayah operasionalnya selalu didirikan tempat pendidikan dengan kualitas yang jauh lebih baik dari rata-rata pendidikan swasta di Indonesia,” pungkasnya. (bwo)

Source : GAPURA