Semen Indonesia Punya UPZ Baznas

Ratusan karyawan menjadi saksi dikukuhkannya pengurus UPZ (Unit Pengumpul Zakat) Semen Indonesia di Wisma A Yani, Gresik, Jumat (13/10). Momen bersejarah ini dihadiri sejumlah tamu penting, antara lain Deputi Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) M Arifin Purwakananta, Ketua Baznas Bambang Sudibyo, Komisaris Independen SMI Nasaruddin Umar, dan Wakil Bupati Gresik yang juga Penasihat Baznas Gresik Mohammad Qosim. Tampak pula Direktur SDM dan Hukum SMI sekaligus Penasihat UPZ SMI Agung Yunanto, Ketua UPZ Semen Padang Octoweri, Kepala Divisi Pengumpulan UPZ Baznas Faisal Qosim, serta Ketua Baznas Gresik Abdul Munif. Usai mengukuhkan pengurus UPZ SMI yang diketuai M Supriyadi, Ketua Baznas Bambang Sudibyo bersyukur atas bergabungnya BUMN sebesar SMI. “Bergabungnya BUMN kebanggaan bangsa ini semakin memperkuat Baznas dalam upaya memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan di negeri ini,” ungkap Bambang. Dalam kesempatan itu, secara simbolis Baznas menerima dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari UPZ SMI senilai Rp 1,27 miliar. “Alhamdulillah, Semen Indonesia menjadi contoh dan teladan bagi BUMN lain dalam mengelola zakat,’’ kata Bambang. Mantan Menteri Keuangan ini mengingatkan tentang amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2014 tentang optimalisasi pengumpulan zakat di kementerian, lembaga negara, BUMN dan sejenisnya. Ia juga menyitir Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2011 bahwa yang berwenang mengelola zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya adalah Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dari tingkat pusat atau nasional, provinsi dan kabupaten kota. “Ada sanksi pidana bagi pengelola zakat ilegal,” ingat Bambang. Hal ini secara tegas dinyatakan dalam Pasal 41 UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Guna mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan, Baznas membangun sinergi program bersama Baznas daerah serta LAZ nasional, provinsi dan kabupaten kota. Penasihat UPZ SMI Agung Yunanto dalam sambutannya mengatakan, tahun-tahun sebelumnya SMI sudah memiliki LAZIS (Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah) dengan berbagai program yang sudah berjalan baik. Sejak terbitnya Inpres Nomor 3 Tahun 2014 dan Perbaznas No 3 tahun 2016, maka perseroan melakukan perubahan dari LAZIS menjadi UPZ. Dalam kesempatan baik itu Agung tak lupa meminta dukungan doa agar segala permasalahan yang menimpa perusahaan segera tuntas. “Khususnya Pabrik Rembang, agar bisa beroperasi maksimal tanpa adanya gangguan dari pihak-pihak yang berseberangan. Mohon doa juga agar perusahaan yang kita cintai ini tetap berjaya,” ujarnya. Agung bercerita, dirinya pernah mendengar ceramah salah satu ustad kondang di Bandung yang ‘menantang’ hadirin dengan berkata, ‘coba tunjukkan siapa orang yang rajin berzakat dan kemudian jatuh miskin.’ “Ternyata tidak ada. Dan mudah-mudahan UPZ di SMI ini bisa mendatangkan barokah dan ridho dari Allah, bukan hanya bagi yang memberikan zakat, tapi juga untuk perusahaan,” tutur direktur SDM dan hukum ini. Pengukuhan UPZ SMI, menurut Agung, bermakna penting bagi pengurus pada khususnya, serta bagi perusahaan pada umumnya. Sebab posisi pengurus berada di holding company, sehingga punya kewajiban untuk berperan aktif menggalakkan pengelolaan zakat di anak-anak perusahaan. “Semen Padang sudah punya UPZ, Semen Tonasa menyusul, dan nanti akan diikuti anak-anak usaha yang lain. Kami punya 15 anak usaha ditambah 6 perusahaan afiliasi,” sebut Agung seraya menegaskan komitmen SMI dalam mendukung gerakan zakat nasional. (lin/bwo)