Sinergi Lima BUMN di Bumi Cenderawasih

Harga semen di Papua mahal bisa jadi akan tinggal cerita. Upaya itu, kini sudah mulai dirintis dan memasuki babak baru. Ini sejalan dengan langkah nyata lima BUMN yang bersinergi untuk memangkas disparitas harga di bumi Cendrawasih ini. Kelima BUMN itu yakni PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Pelni (Persero), PT Pelindo IV (Persero), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Pos Indonesia (Persero). Pada Agustus ini, sinergi lima BUMN ini melakukan pengiriman semen dengan harga terjangkau ke Papua melalui di Pelabuhan Timika.

Terkait hal itu, Kamis (10/8), dilakukan peninjauan kesiapan logistik datangnya kapal perdana yang mengangkut semen dari Makassar. Peninjauan dilakukan ke terminal Cargo Bandara Mozes Kilangin dan pelabuhan Pomako. Peninjauan ini dipimpin oleh Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media, Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno. Ikut mendampingi dalam peninjauan tersebut Direktur Pemasaran dan Supply Chain Semen Indonesia, Ahyanizzaman serta Direktur Komersial PPI Trisilo Ari Setyawan Ahyanizzaman menambahkan, Disparitas harga Semen di Jawa dan Papua saat ini berada di angka yang cukup tinggi. Harga semen di Jawa secara rata-rata Rp 60 ribu per zak, sedangkan harga semen di Papua pegunungan seperti Puncak Jaya berkisar antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.

“Tingginya harga semen di Papua disebabkan terhambatnya distribusi akibat sulitnya transportasi. Dengan menggandeng empat BUMN di bidang logistik tersebut, biaya distribusi semen diharapkan bisa lebih efisien sehingga harga semen nantinya lebih murah. Sebab, pengiriman akan dilakukan secara terintegrasi melalui jalur darat, laut, hingga udara. Kerja sama diprioritaskan untuk pengiriman semen ke daerah di Papua yang tingkat disparitasnya tinggi,” tandas Ahyanizzaman.

Untuk program ini, Semen Indonesia menggunakan produk anak usaha yaitu Semen Tonasa. Pengiriman perdana dari Makassar ke pelabuhan Timika dengan volume 312 ton. Sedangkan pengiriman semen dari Timika ke Wamena melibatkan TNI AU dengan pesawat Hercules-nya yang mampu memuat semen hingga 12 ton dengan satu kali penerbangan per minggu.

“Dengan menggunakan Hercules ini diharapkan dapat menekan biaya logistik udara ke Wamena, dimana tidak ada akses lain menuju ke Wamena kecuali melalui jalur udara. Adapun unit pesawat lain juga dipersiapkan untuk pendukung pasokan ke Wamena dengan melibatkan maskapai pesawat kargo komersil, yaitu TriMG, yang mampu melakukan pengiriman 31 ton per hari,” terang Ahyanizzaman.

Di Wamena, Semen Indonesia bersama PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) akan melakukan pengendalian dan pengawasan atas semen yang tersebar di pasar.  Adapun dalam penyaluran semen kepada pelanggan akhir, PPI akan bekerjasama dengan pengusaha lokal untuk mengantarkan semen ke kabupaten pegunungan melalui jalur darat. Kabupaten pegunungan yang dimaksud adalah: Jayawijaya, Puncak Jaya, Tolikara, Lanny Jaya, Nduga, Yalimo, dan Membramo Tengah. Jalur darat ketujuh kabupaten tersebut telah terkoneksi satu sama lain. Tinjau Puncak Jaya dan Wamena Sebagai tindak lanjut kesiapan logistik terkait program semen harga terjangkau di Papua, Kementerian BUMN melakukan peninjauan ke toko- toko pengecer di Kabupaten Puncak Jaya dan Wamena pada tanggal 10-11 Agustus 2017, setelah sebelumnya meninjau kesiapan di Timika.

Fajar Harry Sampurno mengatakan bahwa pada prinsipnya pemerintah menginginkan seluruh masyarakat Indonesia dimanapun berada mendapatkan pelayanan yang sama. Untuk itu pemerintah terus melakukan kebijakan untuk membantu rakyat. Sementara itu, saat peninjauan di Kabupaten Puncak Jaya, Bupati Puncak Jaya, Henock Ibo mengungkapkan bahwa, mahalnya harga semen di Puncak Jaya yang mencapai Rp 2 juta per zak membuat pembangunan terhambat. Ini  bisa dilihat bangunan-bangunan di kota Mulia Puncak Jaya itu tidak ada bangunan bertingkat. Ini akibat mahalnya harga semen, sehingga konstruksi bangunan sebagian besar dari kayu, termasuk bangunan kantor pemerintah daerah.

Henock Ibo menambahkan bahwa kebutuhan semen untuk Kabupaten Puncak Jaya tahun 2017 mencapai 2000 ton per tahun. Sedangkan proyeksi tahun 2018 mencapai 3600 ton pertahun. Penyerapan tertinggi pada proyek proyek pemerintah yang mencapai 3000 ton, sedangkan 600 ton untuk konsumsi masyarakat Untuk sampai ke Kabupaten Puncak Jaya, semen dari pelabuhan Timika menuju Wamena diangkut dengan menggunakan pesawat cargo. Selanjutnya semen didistribusikan ke Puncak Jaya menggunakan angkutan darat.

Direktur Pemasaran dan Supply Chain Semen Indonesia, Ahyanizzaman mengatakan, setelah melakukan tinjauan ke toko – toko pengecer di Puncak Jaya dan Wamena pada prinsipnya mereka sudah siap untuk menjual semen sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi ( HET) yang telah ditetapkan. Masyarakat bisa membeli semen dengan harga terjangkau di toko toko yang ada logo BUMN hadir untuk negeri.  Sedangkan pengiriman perdana Semen Tonasa dari Makassar sudah sampai di pelabuhan Timika sebesar  312 ton, selanjutnya akan didistribusikan ke Kabupaten di pegunungan. Agar kondisi tetap baik, zak dilapisi dengan plastik karena tingginya curah hujan di daerah pegunungan. (fir)