Sinergi Medsos Antisipasi Krisis

Perkembangan dunia media sosial yang masif mendapat perhatian tersendiri dari Semen Indonesia. Guna memberi dampak positif pada arus informasi di dunia maya tersebut, perseroan menggelar One day Workshop “Monitoring dan Pengelolaan Isu Media Sosial”, Senin (7/8). Pelatihan ini digelar di Lantai 4 Gedung Utama Semen Indonesia atas inisiasi CCE dan Humas Semen Indonesia. Peserta dalam acara yang digelar sehari ini berasal dari jajaran Humas Semen Indonesia, Semen Indonesia Aceh, Semen Kupang Indonesia, Ex Tim Sosmed Rembang, Project Service, serta ICT Semen Indonesia.

“Dari acara ini diharap setiap elemen bisa saling berkolaborasi, membangun hubungan dan jaringan sosial media sehingga informasi menjadi berimbang dan sesuai fakta,” jelas Sigit Wahono, Kabiro Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia.

Kenapa ini penting, karena gerakan-gerakan kontra di Pabrik Rembang ditengarai miliki kepentingan lain, sengaja menghadang langkah ekspansi Semen Indonesia. Saat ini, pihak-pihak yang kontra ditengarai mulai bermain di Semen Indonesia Aceh dan Semen Kupang Indonesia.

“Karena itu, lewat workshop ini diharapkan terjadi sinergi antisipasi krisis dalam pengelolaan isu di medsos. Belajar dari pengalaman (Proyek) Rembang,” terang Sigit Wahono.

Sebagai pembicara, dihadirkan Andi Irman, konsultan Sosial Media dari G Indonesia. Dalam presentasinya, praktisi yang punya andil dalam menguatkan sosial media Rembang ini berbagi pengetahuan dan pengalaman saat menangani isu Rembang lewat sosial media. Diantaranya, Peta Pertarungan Media Sosial Kasus Semen Rembang, Strategi Handling, hingga Tips dan Trick penanganannya. Dalam kasus Rembang, pihak-pihak tertentu memproduksi isu-isu negatif yang menyudutkan proses pembangunan. Mulai isu lingkungan, sosial budaya dan kemasyarakatan. Isu ini, diproduksi secara massif sehingga menimbulkan image miring pada Proyek Rembang.

“Silang sengkarut isu itu kita hadapi dengan tenang. Dilakukan maping secara jeli guna melahirkan counter isu yang lebih baik,” jelasnya. Diantaranya dengan memviralkan fakta-fakta positif yang telah dilakukan Semen Indonesia di Pabrik Rembang. Termasuk, menyampaikan fakta-fakta dari ahli lingkungan guna mematahkan isu negatif yang dihembuskan.

“Karena itu, kita harus miliki jaringan yang kuat, membuat konten yang baik dan konsisten dalam mengelola isu,” pungkasnya. (nov)