SMI Raih Penghargaan Indonesia Champion for ASEAN Award 2017

Sorry, this entry is only available in Indonesia Click here to continue For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Aksi expand regional presence yang dilakukan Semen Indonesia sebagai bagian pengejawantahan strategi 3 + 1 berbuah penghargaan skala ASEAN. Perseroan memperoleh penghargaan Indonesia Champion for ASEAN Award 2017 kategori resources sector dari MarkPlus, Inc. SMI dinilai sebagai salah satu perusahaan asli Indonesia yang sukses melakukan ekspansi dan membuka pabrik di luar Indonesia. Award bagi SMI diterima oleh GM of Corporate Marketing SMI Rudi Hartono di tengah pergelaran The 3rd ASEAN Marketing Summit (AMS) 2017 yang berlangsung di Ballroom Raffles Hotel, Jakarta, Kamis (7/9). “Semen Indonesia dinilai sebagai perusahaan yang berhasil memberikan kontribusi di pasar ASEAN, dalam artian kita telah melakukan ekspansi regional melalui TLCC Vienam,” terang Rudi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/9). Penghargaan ini menjadi pelecut bagi perseroan untuk terus meningkatkan kinerja, terutama dalam upaya mengembangkan pasar ke kawasan regional. Pasalnya SMI bakal dijadikan benchmark bagi perusahaan-perusahaan lain yang ingin melakukan langkah serupa, apalagi ketika pasar domestik lagi lesu. Di lingkup internal, sambung Rudi, penghargaan ini merupakan pengakuan bahwa kompetensi karyawan SMI Group sudah masuk hitungan kompetensi untuk wilayah regional. “Sementara untuk perusahaan, kita dipandang mampu berkembang di luar pasar domestik,” sebut Rudi seraya menjelaskan, Indonesia Champion for ASEAN Award 2017 berpedoman pada survei yang dilakukan MarkPlus serta ekspos sejumlah media massa terhadap perusahaan-perusahaan yang masuk nominasi. Rudi lebih jauh menjelaskan, langkah penetrasi akan terus digalakkan sebagai bagian dari upaya meneguhkan brand SMI di mancanegara. Bahkan bukan hanya di kawasan regional tapi juga merambah ke pasar internasional. “Strategi ekspor kita akan dikirim dari plant terdekat agar mendapatkan harga FOB (Free on Board) yang optimal. Misalnya pasar timur Filipina dan Australia, akan dikirim dari Semen Tonasa atau bisa juga dari Semen Gresik. Kalau wilayah barat dikirim dari Semen Padang dari Teluk Bayur,” ujar dia. Kegiatan ekspor itu sepenuhnya ditangani oleh Semen Indonesia International (SII) yang memang dibentuk untuk menggarap international trading. (lin/bwo)