SMI Ranking III Lomba 5R se-Jatim

Menurunkan lima tim yang bertarung di lima kategori, Semen Indonesia sukses menggondol 5 emas dalam lomba 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin) yang digelar Pemprov Jatim. Capaian tersebut mengantarkan SMI ke posisi ketiga, di bawah Semen Gresik Pabrik Tuban sebagai juara umum, serta tim PJB Gresik yang menempati peringkat kedua. Lima medali emas SMI disumbangkan oleh tim Bina Lingkungan (Kantor), tim Sekretariat/arsip (Gudang), tim Pengendalian Proses (Produksi), tim Water Treatment (Lingkungan), serta tim Bengkel Mesin Gresik yang turun di kategori Workshop). Sedangka lima emas Semen Gresik Pabrik Tuban diraih oleh tim Diklat & Knoledge Sharing (Kantor), tim Penyediaan Barang (Gudang), tim Operasi Crusher (Produksi), tim Reklamasi Lahan (Lingkungan), serta tim Pemeliharaan Listrik Instrumer Crusher (Workshop). Meski sama-sama mengantongi lima emas, namun Semen Gresik Pabrik Tuban dinyatakan sebagai juara umum karena perolehan nilainya lebih tinggi. Tahun ini, lomba 5R yang digelar dalam rangka memperingati HUT Pemprov Jatim ke-72 melibatkan 41 perusahaan se-Jatim. “Alhamdulillah kita dapat 5 emas, dan Pabrik Tuban juga 5 emas. Ini merupakan hasil kerja keras teman-teman di lapangan serta berkat dukungan top management, waktu itu Pak Aunur Rosyidi (direktur enjiniring & proyek SMI) dan Pak Agung Yunanto (direktur SDM dan hukum). Sebab, dukungan top management terhadap pelaksanaan program 5R menjadi salah satu poin penilaian,” terang Kabiro Manajemen Inovasi SMI Tony Gunawan, Senin (16/10). Pihaknya tidak menyangka SMI bisa meraih 5 emas mengingat persiapannya terbilang mepet atau cuma sekitar tiga minggu. Tahun 2016, ketika SMI dan Semen Gresik Tuban masih jadi satu, berhasil mendulang 3 medali emas dan 2 perak. Rinciannya, Semen Gresik meraih 2 emas dan 2 perak, sedangkan SMI menyumbang 1 emas di kategori Kantor. “Tahun ini karena SMI ikut sendiri, maka paling tidak kami harus menyiapkan empat tim baru. Yang jadi masalah, di SMI ini program 5R telah dihilangkan dari KPI (Key Performance Indicator) sehingga jadi hambatan tersendiri. Tapi kapan hari sudah kami sampaikan pada Pak Aunur dan Pak Agung, dan beliau mendukung tahun depan program 5R dimasukkan lagi ke KPI,” tambahnya. Langkah tersebut, tandas Tony, sangat penting agar upaya membudayakan 5R di seluruh lini perusahaan berjalan mulus. Selain itu, ke depan lomba 5R antarunit kerja bakal digelar rutin, baik di Gresik, Tuban, Padang maupun Tonasa. Paling tidak setahun sekali, sedangkan penganugerahan pemenang dilakukan pada momen-momen penting perusahaan. “Kalau tidak ada lomba internal maupun eksternal, rasanya kok kurang semangat,” cetusnya. Tony berharap jajaran pimpinan terus memberikan arahan dan perintah ke bawahan agar melaksanakan program 5R. Kalau ada perintah dari atasan, otomatis bawahan akan mengikuti. Biro Manajemen Inovasi juga selalu memberikan dorongan penuh agar pelaksanaannya lancar. Pasalnya dampak program 5R terhadap peningkatan produktivitas sudah terbukti. “Contohnya teman-teman di CSR, mereka bisa melakukan penghematan dengan cara menata kertas dengan rapi. Dulu kertas-kertas itu langsung dibuang, sekarang jadi kelihatan mana yang masuk tong sampah dan mana yang masih bisa digunakan,” sebutnya. (lin/bwo)